PKKMB Day 2
"I Wasn't around, but i caught"

Kampus adalah tempat bertumbuh, bukan sekadar tempat memperoleh gelar.
Mahasiswa baru Unila datang dari latar belakang yang berbeda-beda, dan universitas inilah yang menyatukan keberagaman itu dalam satu tujuan. Setiap mahasiswa punya kesempatan yang sama untuk memberi dampak — tidak ada yang datang dengan jatah lebih banyak atau lebih sedikit.
Satu kalimat dari Gubernur Lampung, Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., merangkum seluruh pesan hari itu:
"Kalian datang sebagai mahasiswa baru. Kelak, kalian harus pulang ke masyarakat sebagai pembawa solusi."
Itulah bingkai yang dipakai sepanjang Hari I: kuliah bukan tujuan akhir, melainkan bekal untuk kembali.
Materi 1
Dengan pemateri
Wakil walikota bandar lampung yang diwakilkan oleh dinas PLTA bidang Administrasi dan Umum.
Ibu mega putri S.P., M.T
Materinya tidak membicarakan mata kuliah, melainkan hal-hal yang menentukan apakah kamu sanggup menjalaninya sampai selesai
cara menyeimbangkan akademik dengan kegiatan, ke mana meminta bantuan saat tertekan, bagaimana membiayai kuliah bila keadaan ekonomi menyulitkan, dan apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kekerasan atau narkoba di lingkungan kampus.
Perubahan yang paling menentukan pada tahun pertama bukan materi kuliahnya, melainkan peran kita. Di sekolah, jadwal disusunkan, tugas diingatkan, dan kehadiran kita diawasi. Di kampus, ketiganya menjadi tanggung jawabmu sendiri. Tak seorang pun akan menegur bila kita tidak masuk, dan tak seorang pun akan mengingatkan tenggat selain diri kita sendiri.
Strategi Belajar di Perguruan Tinggi
Pemateri: Prof. Dr. Eng SURIPTO YUWONO, S.Si., M.T
Memasuki dunia perkuliahan berarti kita harus mulai bertanggung jawab terhadap proses belajar sendiri. Teknologi yang semakin berkembang, termasuk Artificial Intelligence (AI), dapat membantu mahasiswa dalam mencari informasi, menemukan ide, dan menyelesaikan berbagai tugas. Namun, teknologi tetaplah alat dan bukan pengganti kemampuan berpikir manusia.
Penggunaan AI harus dilakukan secara bijak. Kita tidak boleh langsung menerima jawaban dari mesin tanpa memahami dan memeriksa kebenarannya. Mahasiswa tetap harus memiliki konsep dasar, kemampuan berpikir kritis, serta menjaga integritas akademik. AI bekerja berdasarkan data dan instruksi yang diberikan, sehingga hasilnya juga tetap perlu diperiksa karena bisa saja kurang tepat atau mengandung kesalahan.
Intinya, teknologi seharusnya mempermudah kita untuk belajar, bukan membuat kita berhenti berpikir.
Connect, Protect, Impact
Pemateri
Prof. Dr. SUYONO M.Si
Materi selanjutnya membahas bagaimana mahasiswa dapat berkembang melalui tiga hal penting, yaitu Connect, Protect, dan Impact.
Connect
Sebagai mahasiswa, kita perlu membangun hubungan dan lingkungan yang positif. Organisasi kemahasiswaan dapat menjadi tempat untuk mengembangkan diri, mencari pengalaman, sekaligus menemukan minat dan bakat.
Di Universitas Lampung terdapat berbagai wadah kegiatan seperti BEM, DPM, UKM, dan HIMA. Mengikuti organisasi bukan hanya tentang kesibukan, tetapi juga kesempatan untuk belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan bertanggung jawab.
Beberapa hal yang dapat dilakukan selama kuliah:
- Menemukan passion atau bidang yang disukai.
- Mencari mentor yang dapat memberikan arahan.
- Berani mencoba dan belajar dari kegagalan.
Protect
Selain mengejar prestasi, kesehatan mental juga harus diperhatikan. Masa awal kuliah dapat membuat mahasiswa mengalami culture shock, tekanan akademik, FOMO, hingga kesulitan beradaptasi dengan kehidupan yang lebih mandiri.
Karena itu, penting untuk memiliki batasan diri atau boundaries, berani menyampaikan pendapat (speak up), serta tidak memaksakan diri. Kita juga tidak harus menghadapi semuanya sendirian karena terdapat support system, seperti teman seperjuangan, dosen pembimbing akademik, maupun pusat konseling yang tersedia di kampus.
Impact
Setelah mampu membangun koneksi dan menjaga diri, mahasiswa diharapkan dapat memberikan dampak melalui prestasi dan kontribusi. Prestasi tidak hanya berasal dari bidang akademik, tetapi juga dapat berupa PKM, karya tulis ilmiah, kompetisi olahraga, seni, maupun program pertukaran mahasiswa.
Dengan begitu, prosesnya dapat digambarkan sebagai:
Connect → Protect → Impact
Membangun koneksi → menjaga kesehatan mental → menghasilkan prestasi dan kontribusi.
Pencegahan Kekerasan dan Penyalahgunaan Narkoba
Pemateri
Prof. Dr. Novita tresiena S.Sos M.Si
Mahasiswa juga perlu memahami pentingnya menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman dan nyaman. Hal tersebut dapat dilakukan melalui upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Sebagai mahasiswa, kita harus mampu menjaga diri, saling mengingatkan, serta tidak membiarkan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Fasilitas Kesehatan Universitas Lampung
Pemateri Dr. Novita Dwiswara putri
Universitas Lampung juga menyediakan fasilitas kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa. Salah satunya adalah Klinik UNILA yang menjadi salah satu bentuk dukungan kampus terhadap kesehatan mahasiswa.
Subscribe newsletter
Dapat email setiap kali Tugas PKKMB UNILA 2026 publish post baru. Tanpa spam, unsubscribe kapan saja.
Privacy: email kamu cuma dipakai untuk kirim post baru dari blog ini. Tidak di-share, tidak di-jual.
Komentar (0)
Memuat komentar…
Artikel Terkait dari NADYA SALSABILA
Topik Serupa
Bacaan Lain di Blog Unila
Tulisan terkait dari penulis lain — kurasi otomatis berdasarkan kategori & tag.


